"MALU SAMA RAKYAT" oleh Direktur Jenderal Bea Cukai

Ternate (07/03/2018) - “Jangan pernah makan gaji buta! Malu sama rakyat. Gaji kita itu dibayar oleh rakyat. Tunjukkan kinerja yang baik!” ujar Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi dalam sambutannya. Pesan ini disampaikan berulang-ulang oleh Heru dalam kunjungannya Rabu sore, 7 Maret 2018, di Kantor Bea Cukai Ternate.

Selepas pesawat yang beliau tumpangi dari Ambon mendarat di Bandara Sultan Babullah, Dirjen Bea Cukai didampingi Kakanwil Bea Cukai Maluku, Finari Manan, dan Kakanwil Bea Cukai Khusus Papua dan Papua Barat, Padmoyo Tri Wikanto, langsung menuju Bea Cukai Ternate. Para pejabat dan pegawai Bea Cukai Ternate menyambut dengan penuh penghormatan atas kedatangan pimpinan tertingginya.

Didampingi pula oleh Kepala Kantor Bea Cukai Ternate, Musafak, Dirjen Bea Cukai beserta rombongan meninjau satu per satu ruangan kantor dan berdialog dengan para pegawainya. Heru ingin mengetahui detil-detil kinerja punggawanya berikut permasalahan yang terjadi di lapangan. Pejabat dan pegawai yang beliau ajak berdialog diantaranya adalah Kasi Pabean Yuyu Mulyana, Kasubsi Hanggar Pabean Cukai II Sidiq Gandi, dan Pelaksana Pemeriksa, Andri Yakub.

Heru ingin memastikan para pegawainya menguasai tugas dan tanggung jawabnya. Heru juga mengukur beban kerja yang dipikul setiap pegawai; apakah sudah efektif dan efisien serta apakah jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) di kantor sudah mencukupi ataukah kurang atau malah berlebih. “Dengan beban kerja yang ada, kalau kelebihan pegawai maka lebihannya bisa saya distribusikan ke kantor-kantor lain yang membutuhkan. Apalagi kalau tingkat kesibukan kerjanya sedikit dan terdapat pegawai berpotensi, maka jangan sampai potensi itu mati gara-gara tidak terasah di kantor kecil. Lebih baik saya pindahkan ke kantor besar supaya potensi pegawai tersebut berkembang. Disamping itu juga supaya tidak membebani anggaran, supaya tidak ‘overpaid’,” ujar Heru.

Setelah meninjau ruangan, Heru memberikan pengarahan kepada jajaran Bea Cukai Ternate di Aula. “Kalian harus mempunyai mindset yang bagus! Sebagai gambaran begini: misalkan kalian mempunyai tanah sangat luas. Ada informasi bahwa pemerintah akan membangun jalan tol melewati tengah-tengah sawah kalian. Ditawarkan dua opsi kepada kalian. Jika kalian menghibahkan 5 Hektar tanah kepada pemerintah maka akan diberikan exit toll di tengah-tengah sawah kalian. Jika tidak, maka tidak ada exit toll di tengah sawah kalian. Pilih mana? Pilih yang ada exit toll-nya dong. Tapi, kalau pola pikirnya hanya revenue-revenue tanpa mau berkorban, maka tentu dia tidak akan memperoleh penerimaan besar.”

“Kalian tinggal di Ternate. Ditawari opsi beli mobil kijang atau mobil sport. Maka kalian pilih mana?” Tanya Heru.

“Kijang…,” serentak para pegawai Bea Cukai Ternate menjawab.

“Betul. Pilih Kijang. Apa alasannya? Karena di Ternate ini jalanannya sempit dan berkelok-kelok. Kalau kalian pilih mobil sport, mungkin hanya bisa mengendarainya dini hari pada saat jalanan sepi. Jadi belum tentu mobil yang mahal itu lebih baik dari yang murah. Belum tentu pegawai yang banyak itu akan membuat kantor menjadi lebih baik.”

“Ingat pesan Bu Menteri Keuangan? Be a good family member! Taking care of each other!” kata Heru Pambudi di akhir sambutannya.

Seluruh jajaran Bea Cukai Ternate mengucapkan terima kasih dan penghormatan yang sebesar-besarnya atas perkenan Heru Pambudi, Finari Manan,  Padmoyo Tri Wikanto, beserta rombongan yang berkenan berkunjung ke Ternate, kota Terkecil Namun Termasyhur ini.

#beacukai #beacukaimakinbaik #beacukaiharusmakinbaik #dirjenbeacukai #kemenkeumalut #maluthebat #kemenkeutepercaya