Bea Cukai Morowali Musnahkan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal

Poso (27/12/2017) – Bea Cukai Morowali mengadakan kegiatan pemusnahan 800.456 batang rokok ilegal yang merupakan hasil penindakan dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2017 dengan total perkiraan harga barang sebesar Rp408.983.016,- dan potensi kerugian negara diperkirakan sebesar Rp212.120.840,-.

Menurut Kepala Kantor Bea Cukai Morowali, Irianto, rokok ilegal tersebut didapatkan pada saat petugas sedang melakukan tugas operasi rokok ilegal di beberapa wilayah yang merupakan bagian dari pengawasan Bea Cukai Morowali, seperti Kabutapen Tojo Una-una (Kota Ampana) dan sekitarnya, Kabupaten Morowali Utara dan sekitarnya, serta Kabupaten Morowali dan sekitarnya.

“Kegiatan operasi rokok ilegal tersebut dilaksanakan dengan cara mendatangi dan memeriksa toko-toko yang menjual rokok, serta menghentikan sarana pengangkut yang diduga mengangkut rokok ilegal. Dengan dilaksanakannya operasi rokok ilegal secara terus menerus diharapkan dapat mengurangi peredaran rokok ilegal di wilayah pengawasan Bea Cukai Morowali,” ungkapnya.

Penindakan paling banyak, menurut Irianto, ada di tahun 2016 dengan hasil penindakan sebanyak 481.756 batang rokok ilegal dengan total perkiraan nilai barang sebesar Rp246.127.316,- dan perkiraan kerugian negara mencapai Rp 127.665.340,-.

Pemusnahan ini dilaksanakan berdasarkan ketentuan Pasal 62 ayat (3) dan Pasal 66 ayat (3) Undang-Undang nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai dan Pasal 12 ayat (1) huruf a Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK.04/2014 tentang Tata Cara Penyelesaian Barang Kena Cukai dan Barang-Barang Lain yang Dirampas untuk Negara atau yang Dikuasai Negara, bahwa terhadap BMN yang merupakan barang kena cukai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf a, huruf b dan huruf c Undang-Undang Cukai harus dimusnahkan oleh pejabat Bea dan Cukai atau oleh pihak lain di bawah pengawasan pejabat Bea dan Cukai. Sedangkan definisi pemusnahan sesuai PMK Nomor 39/PMK.04/2014 yaitu kegiatan untuk menghilangkan wujud awal dan sifat hakiki barang kena cukai atau barang-barang lain.