INTIP MOBILE LABORATORY DAN TIGA LABORATORIUM BARU BEA CUKAI

SEMARANG (22/12/2017) – Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi meresmikan tiga laboratorium baru milik Bea Cukai yang berada di kantor Bea Cukai Merak, Bea Cukai Bandar Lampung, dan Bea Cukai Tanjung Emas. Ketiga laboratorium tersebut merupakan satelit dari Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) yang dimiliki Bea Cukai. Peresmian dilaksanakan di aula kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Senin (18/12).

Tak hanya itu, dalam kesempatan yang sama Dirjen Bea Cukai juga meresmikan terobosan baru yakni mobile laboratory, yaitu laboratorium di dalam mobil yang bermobilitas tinggi dan dapat digunakan saat mendesak. Dengan kemampuan tersebut, mobile laboratory ini akan mempercepat pelayanan identifikasi barang ekspor impor sehingga akan berdampak positif mengurangi waktu bongkar muat (dwelling time).

“Laboratorium merupakan salah satu sarana penting Bea Cukai, mengingat fungsinya sebagai revenue collector, petugas kami harus dapat menentukan jenis komoditi barang dengan akurat untuk mengetahui harga barang dengan benar, sehingga akan memungut pungutan negara dalam jumlah yang sesuai. Dengan sarana tersebut, Bea Cukai pernah menggagalkan ekspor 114 kg mutiara senilai Rp45 miliar yang diberitahukan sebagai manik-manik senilai Rp2 miliar. Selain itu, tentu laboratorium tersebut sudah dilengkapi alat-alat canggih yang dapat mendeteksi barang-barang lainnya seperti logam, kulit, batu-batuan, pita cukai, dan lainnya,” jelas Heru.

Selain itu, lanjutnya, sebagai community protector, Bea Cukai harus dapat menghindarkan masyarakat dari barang terlarang seperti narkoba, bahan peledak, dan lainnya. Laboratorium tersebut juga sudah dapat mengidentifikasi 29 jenis narkotika.

“Dengan pembentukan laboratorium satelit yang direncanakan tersebar di wilayah Indonesia diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengguna jasa Bea Cukai,” pungkas Heru.