Kejar Kapal Penyelundup, Bea Cukai Teluk Nibung Dapatkan Perlawanan Keras

Tanjungbalai – Kamis (2/11) sekira pukul 01:30 malam, penyerangan massa kembali terjadi di Perairan Asahan. Saat malam larut manusia lelap dalam tidurnya, “manusia-manusia laut" justru melek untuk menjalankan misinya. Mafia kegiatan ilegal berupa masuknya kapal barang pakaian bekas menjadikan malam untuk beraksi.

Pada Rabu (1/11) pagi, Tim Patroli Bea Cukai Teluk Nibung mendapat informasi bahwa kapal bermuatan pakaian bekas atau yang disebut balepress akan masuk melalui perairan Asahan. Mendapati informasi tersebut, dengan menggunakan kapal patrol BC 1508, Tim Patroli langsung meluncur menuju titik koordinat yang diperkirakan akan dilalui oleh kapal bermuatan balepress tersebut. Angin kencang dan ombak kuat pun turut meghempas kapal patroli BC 1508.

Tim Patroli melakukan pengamatan pada sekeliling perairan, hingga sekira pukul 09:00 Tim Patroli melihat pergerakan 2 kapal tanpa lampu yang diduga bermuatan barang ilegal. Pada saat Tim Patroli mulai mendekati kapal tersebut, didapati satu kapal bermuatan balepress dan satu kapal pendamping yang memuat puluhan massa untuk mengawal kapal bermuatan balepress tersebut.

Tim Patroli BC 1508 melakukan pengejaran dan memberikan isyarat dengan menyalakan lampu sorot, dan memberi peringatan suara terhadap kapal tersebut tetapi kapal tersebut tidak berhenti dan tetap terus melaju. Tim Patroli akhirnya memberikan tembakan peringatan ke atas tetapi kapal tersebut tetap tidak menghentikan laju kapalnya. Massa tersebut melakukan perlawanan dengan menembakan kembang api yang mempunyai daya ledak tinggi menuju ke arah kapal patroli BC 1508 untuk menghalangi upaya penindakan oleh Tim Patroli Bea Cukai Teluk Nibung.

Tim Patroli tetap melakukan pengejaran terhadap kapal bermuatan balepress tersebut dan menyemprotkan air dengan menggunakan watercanon ke arah kapal tersebut. Pada saat kapal patroli BC 1508 semakin dekat dengan kapal bermuatan balepress tersebut, massa melemparkan kemasan plastik yang berisikan bahan bakar minyak berupa pertamax ke arah kapal patroli BC 1508. Kemudian massa menembakkan kembang api yang berdaya ledak tinggi dan mengenai kapal patroli BC 1508 yang menyebabkan kapal seketika langsung berdentum keras karena ledakan yang terjadi di lambung kapal bagian bawah.

Kemudian Tim Patroli BC 1508 segera melakukan pengecekan kapal dan ternyata tidak terjadi kebocoran atau kerusakan yang berat. Namun akibat kembang api tersebut, anggota Tim mengalami luka-luka disebabkan oleh percikan api pada leher. Tim Patroli BC 1508 memutuskan untuk tidak melanjutkan pengejaran untuk menghalau kapal bermuatan balepress tersebut, disebabkan faktor keselamatan anggota dan armada patroli, sehingga tidak dimungkinkan untuk terus melakukan pengejaran.